Ketika Bencana, Warga Diminta Terapkan 3M saat Berada di Pengungsian

Ketika Bencana, Warga Diminta Terapkan 3M saat Berada di Pengungsian

Terbaiknews - ILUSTRASI: Petugas memakai perlengkapan APD lengkap melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat yang mengambil Pakaian akibat Korban kebakaran di KalibaruJakartaSelasa (22/9/20). Para Korban kebakaran yang berada di tenda-tenda pengungsian diingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid 19. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

– Musim penghujan semakin dekat. Wilayah yang menjadi langganan bencana alam seperti banjir maupun tanag longsor tentu sudah mulai waspada, mengantisipasi ketika bencana alam datang sewaktu-waktu.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan 3M di lokasi pengungsian ketika bencana datang.

Sebab, di tengah pandemi Covid-19, lokasi pengungsian bisa menjadi klaster baru penularan virus Korona. “Masyarakat tetap patuhi 3M selama berada di lokasi pengungsian,” kata Wiku, beberapa waktu lalu.

Adapun 3 M yang dimaksud yakni wajib menjaga jarak, wajib memakai masker dan wajib mencuci tangan secara rutin. Langkah tersebut dianggap yang paling efektif melindungi diri dari penularan Covid-19.

Selain itu, Pemerintah Daerah (Pemda) juga diminta menyiapkan lokasi pengungsian yang aman. “Pemda harus monitoring ketat termasuk tracing dan testing di lokasi pengungsian,” ucap Wiku.

Ia menjelaskan, menghadapi bencana alam dalam kondisi pandemi seperti sekarang membutuhkan sinergitas kuat antara Pemda, TNI, Polri dan institusi terkait. Dengan begitu, seluruh permasalahan yang muncul dapat dimitigasi secara maksimal.

“Mohon daerah rawan bencana segera hubungi BNPB atau BPBD untuk siapkan segala peralatan dan fasilitas yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

COVID-19 Detais Indonesia