Ini Kunci Sukses Kabupaten Sitaro Raih Zero Covid-19

Ini Kunci Sukses Kabupaten Sitaro Raih Zero Covid-19

Terbaiknews - KOMPAS.com – Sejak Maret hingga MeiKabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro),...

KOMPAS.com – Sejak Maret hingga Mei, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), meraih penghargaan Zero Covid-19 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB).

Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen atau yang akrab disapa Eva mengatakan, penegakan protokol kesehatan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, pemuka adat, serta tokoh agama, menjadi kunci sukses peraihan penghargaan tersebut.

Senada dengan Eva, Tokoh Adat Kabupaten Kepulauan Sitaro Erland Jaya Salindeho mengatakan, kerja sama masyarakat, budaya, dan pemerintah daerah sangat maksimal.

Tantangan terkait sumber daya manusia (SDM) di kampung-kampung terpencil pun dapat teratasi dengan membentuk lembaga adat.

Selama Pandemi Covid-19, Ibu Hamil Harus Rutin Kontrol dan Terapkan Protokol Kesehatan

“Pembentukan lembaga adat memberi hasil positif untuk mengedukasi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan penanganan bencana alam,” kata Eva, seperti dimuat covid19.go.id, Kamis (15/10/2020).

Hal tersebut dikatakan Eva, dalam talkshow Zero Covid-19: Penerima Penghargaan BNPB, di Media Center Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Lebih lanjut, Eva mengatakan, sebelum pemerintah mengumumkan Covid-19 secara resmi, dirinya sudah menginformasikan kepada seluruh warganya untuk memperketat pengawasan di sepuluh pintu masuk pulau.

“Di setiap pintu ada pemeriksaan ketat. Awal-awal kami tidak menggunakan pelindung karena belum ada alat pelindung diri (APD). Kami gunakan jas hujan sebagai pengganti,” kata Eva.

1.125 Mahasiswa Terjun Langsung Kampanyekan Penerapan Protokol Kesehatan

Eva mengaku, pada akhir Mei dan Juni memang sempat muncul kasus Covid-19 dari satu klaster pasar. Namun saat itu, dirinya langsung menutup pasar untuk sterilisasi.

Tracing pun dilakukan hingga satu kelurahan. Orang yang hasilnya reaktif langsung ditampung di rumah singgah.

Kemudian, Eva menambahkan, pihaknya juga membentuk tim gugus tugas dari tingkat kecamatan, kelurahan, desa, dan kampung, untuk memantau seluruh tamu yang masuk.

“Kami bangun rumah singgah di kabupaten, kecamatan, hingga desa. Setiap orang yang masuk harus diisolasi dua minggu sebelum ke tempat tujuan,” kata Eva, yang mendedikasikan penghargaan tinggi dari BNPB kepada seluruh warga Kepulauan Sitaro.

COVID-19 Detais Indonesia