Heboh Xi Jinping Batuk-batuk, Apakah Terinfeksi Corona?

Heboh Xi Jinping Batuk-batuk, Apakah Terinfeksi Corona?

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping cari pemberitaan di media luar. Ia ditulis...

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping cari pemberitaan di media luar. Ia ditulis batuk-batuk saat menyampaikan pidato dan berjuang menyelesaikan kalimatnya di menit-menit terakhir.
Menurut Newsweek, saat itu ia duduk di atas panggung, ditemani sejumlah pejabat China, termasuk Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam. Ia berpidato terkait peringatan 40 tahun daerah ekonomi khusus Shenzen, Provinsi Guangdong, China, selama 50 menit.



Kejadian ini menjadi heboh karena pidato Xi disiaran langsung oleh media lokal CCTV. Ia pun tampak beberapa kali menghindari pengeras suara saat tengah batuk.
Hal ini jadi pemberitaan di media lokal Hong Kong yang mengkritik pemerintah Beijing, Apple Daily. Media itu bahkan memuat judul 'Xi Jinping batuk-batuk pada acara Shenzhen', bahkan sempat minum air.


Suara Xi juga dikatakan terdengar serak. Meski televisi setempat mengalihkan perhatian dengan suara keramaian.
Media Taiwan, negara yang bersitegang dengan China, juga memberitakan fenomena ini. Sebuah artikel malah menulis judul Xi tengah 'batuk hebat'.
Di TV lokal Taiwan, media bahkan mencatat menit kapan Xi batuk. Pria 67 tahun itu, batuk-batuk di tujuh menit terakhir pidato.
China dan Taiwan bersitegang karena Beijing menganggap Formosa adalah bagian dari negaranya. Sedangkan Taiwan tidak.
Program berita India milik media WION, Gravitas, juga memuat berita soal batuk-batuknya Xi Jinping. Media ini bahkan menyambungkan kejadian itu dengan sejumlah pemimpin dunia yang terinfeksi corona (Covid-19) seperti Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
Hal senada juga dimuat The Epoch Times dan NTD Hong Kong, yang terafiliasi dengan pergerakan agama Falun Gong. Media ini bahkan memuat video berjudul 'Xi Jinping di Shenzhen: apakah dia terinfeksi?'.
Belum ada pernyataan resmi dari China untuk mengomentari rumor ini.
Virus corona memang pertama kali menyebar di Wuhan, China. Namun hingga kini, China sudah mampu mengendalikan virus ini, di mana saat ini hanya ada 240 kasus aktif.
Dari data Worldomenters, ada 11 kasus baru per Kamis (15/10/2020). Total kasus dari awal wabah hingga kini sebanyak 85.622 dengan 80.748 orang sembuh dan 4.634 kematian.


(sef/sef)

COVID-19 Detais Indonesia