Gelar Sekolah Tatap Muka, Tiga SD di Banda Aceh Ditutup Paksa

Gelar Sekolah Tatap Muka, Tiga SD di Banda Aceh Ditutup Paksa

Terbaiknews - Banda AcehIDN Times - Tiga sekolah di Kota Banda Aceh terpaksa ditutup untuk sementara waktu....

Banda Aceh, IDN Times - Tiga sekolah di Kota Banda Aceh terpaksa ditutup untuk sementara waktu. Pasalnya, sekolah tersebut dinilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19 ketika menjalani proses belajar mengajar secara tatap muka atau langsung.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas pendidikan setempat mulai kembali menerapkan proses belajar mengajar secara tatap muka pada, Senin (4/1/2021).

Ada tiga sekolah yang untuk sementara waktu dilarang melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka.

1. Sekolah-sekolah itu sempat dipantau selama satu pekan

Gelar Sekolah Tatap Muka, Tiga SD di Banda Aceh Ditutup PaksaSekolah di Kota Banda Aceh ditutup karena dianggap tidak menerapkan protokol kesehatan (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Saminan Ismail mengatakan, sejak proses belajar kembali dijalankan secara laring, pihaknya selalu memantau bagaimana penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah di Kota Banda Aceh.

Sebab, sekolah-sekolah yang kembali melaksanakan pembelajaran secara langsung harus mengikuti standar atau syarat protokol kesehatan begitu ketat sesuai ditetapkan wali kota Banda Aceh dan dinas pendidikan.

“Selama seminggu pengawas itu, ternyata masih kita dapatkan beberapa sekolah yang masih berwarna merah,” kata Saminan, kepada awak media, pada Senin (11/1/2021).

2. Sempat ada enam sekolah diberi peringatan, namun hanya tiga yang terkena tindakan

Gelar Sekolah Tatap Muka, Tiga SD di Banda Aceh Ditutup PaksaSekolah di Kota Banda Aceh ditutup karena dianggap tidak menerapkan protokol kesehatan (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Selama satu pekan dilakukan pengawasan ke setiap sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menemukan ada enam sekolah yang dinilai melanggar dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Keenam sekolah itu dikatakan Saminan, sempat ditegur dan diberikan peringatan oleh para pengawas untuk segera mengubah serta mengikuti praturan yang berlaku. Tetapi, hanya tiga sekolah yang mengindahkan peringatan tersebut.

“Ada enam sekolah yang kita dapatkan berwarna merah dan sudah kita ingatkan untuk langsung memperbaiki tetapi hanya tiga yang tidak memperbaiki,” ungkapnya.

“Makanya tadi malam kita mencoba menutup tiga sekolah tersebut dan sudah kita tempel spanduknya,” imbuhnya.

3. Spanduk penutupan baru boleh dibuka setelah ada komitmen dari warga sekolah

Gelar Sekolah Tatap Muka, Tiga SD di Banda Aceh Ditutup PaksaSD Garot di Kabupaten Aceh Besar mulai jalankan proses belajar mengajar secara tatap muka (IDN Times/Muhammad Saifullah)

“SEKOLAH INI DITUTUP KARENA MENGABAIKAN PROTOKOL KESEHATAN. AKAN DIBUKA KEMBALI SETELAH ADA KOMITMEN BERSAMA DARI WARGA SEKOLAH.” Kalimat ini terlihat pada selembar spanduk yang ditempelkan di pagar sekolah SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh. Sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang dianggap tidak menerapkan protokol kesehatan ketika menjalani kegiatan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Spanduk ini dicetak langsung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh. Hal itu telah diakui langsung oleh kepala dinas terkait ketika diminta konfirmasi mengenai pemasangan spanduk disertai pemberhentian kegiatan belajar mengajar secara laring.

Saminan menyampaikan, spanduk baru boleh kembali dibuka setelah pihak sekolah maupun warga sekolah sudah sependapat menjaga protokol kesehatan yang sesuai aturan berlaku. Ia berharap penutupan ini dapat menjadi pelajaran buat orang tua siswa, guru, hingga kepala sekolah.

“Ini pelajaran yang kita berikan kepada seluruh warga sekolah bahwa protokol ini tidak main-main,” tegasnya.

“Sampai nanti kepala sekolah dan warga sekolah datang ke dinas untuk menyatakan sikap bahwa akan mampu menjaga dengan baik,” tambah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh itu.

COVID-19 Detais Indonesia