Diduga Minta Rp 1 Miliar, IPW Apresiasi Polri Copot AKBP Andi Sinjaya

Diduga Minta Rp 1 Miliar, IPW Apresiasi Polri Copot AKBP Andi Sinjaya

Terbaiknews - Kasat Reskrim Polres Jakarta SelatanAKBP Andi Sinjaya Ghalib dicopot dari jabatannya (tengah) (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

– Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah Polri yang mencopot Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Andi Sinjaya Ghalib. IPW menduga, Andi meminta uang Rp 1 Miliar kepada pelapor Budianto.

“Tindakan tegas ini perlu dilakukan Polri kepada anggotanya yang brengsek, agar citra Polri terjaga dan kepercayaan publik kepada jajaran kepolisian tetap terbangun,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangannya, Sabtu (11/1).

Pencopotan Andi Sinjaya ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor ST/13/I/KEP/.2020 tertanggal 8 Januari 2020. Surat itu ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Mardiyono.

Dalam telegram tersebut, tercantum nama pengganti AKBP Andi Sinjaya adalah AKBP Mochammad Irwan Susanto. AKBP Mochammad Irwan Susanto sebelumnya menjabat Kasubbid Provos Bidpropam Polda Metro Jaya.

IPW mensinyalir, pada pertengahan November 2019, pelapor yang diminta uang Rp 1 miliar oleh penyidik Polres Jakarta Selatan itu bersama IPW mengadukan kasus ke Kapolda Metro Jaya. Laporan resmi itu diterima Koorsespri Kapolda Metro Jaya.

Saat diminta uang Rp 1 Miliar, pelapor tidak memberikan dan merasa diperas penyidik. Akibat pelapor tidak memenuhi permintaan penyidik, tersangka dalam kasus Nomor Sp.Sidik/592/IV/2018/Reskrim Jaksel tgl 16 April 2018 atas nama tersangka MY dan Sul tidak kunjung diserahkan Polres Jaksel ke Kejaksaan.

“Padahal perkaranya sudah dinyatakan P21, padahal jika tersangka segera dilimpahkan ke Kejaksaan, perkaranya bisa segera tuntas di pengadilan,” ucap Neta.

Neta menyampaikan, tindakan mengkomersialisasi jabatan yang bisa menghambat upaya penegakan hukum, jelas tidak hanya mengganggu profesionalisme Polri, tapi juga merusak rasa keadilan masyarakat. “IPW berharap ke depan Polri memperketat pengawasan terhadap anggotanya agar tidak berulah apalagi memeras masyarakat,” pungkasnya.

Source : https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/11/01/2020/diduga-minta-rp-1-miliar-ipw-apresiasi-polri-copot-akbp-andi-sinjaya/

Berita terkini

Dalam Sehari, 25 Orang Meninggal Akibat Virus Corona di Tiongkok

Dalam Sehari, 25 Orang Meninggal Akibat Virus Corona di Tiongkok

Jakarta, IDN Times - Jumlah kematian akibat wabah virus corona di Tiongkok naik menjadi 131 orang....

terkait

Snake charmer dies after being bitten by king cobra

Snake charmer dies after being bitten by king cobra

An Bekasi Fire and Rescue Agency official removes a king cobra that was found in a residential area in Jakasampurna in Bekasi, West Java on Dec. 12, 2019. In West Kalimantan, a snake charmer died after been bitten by a king cobra on Saturday. (Antara/Risky Andrianto)

terkait

Online petitions grow, challenges remain

Online petitions grow, challenges remain

Hundreds of students protest in front of the House of Representatives in Central Jakarta against the amendment of the Corruption Eradication Commission (KPK) Law, the Criminal Code draft (RKUHP) and the sexual violence bill (RUU KUHP).(JP/Ghina Ghaliya)

terkait

Tanggalkan Baju Kebesaran, 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka, Rangga Sasana: Ada Kuasa Hukum

Tanggalkan Baju Kebesaran, 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka, Rangga Sasana: Ada Kuasa Hukum

Nasri Banks, Grand Prime Minister Sunda Empire dan Raden Ratnaningrum jadi tersangka. 

terkait

Pembangunan Flyover Poltangan Timbulkan Keluhan Warga Tanjung Barat

Pembangunan Flyover Poltangan Timbulkan Keluhan Warga Tanjung Barat

,KOMPAS.com - Warga yang tinggal di kawasan Tanjung Barat, khususnya di Poltangan, Jakarta Selatan,...

terkait

Warga Minta Pemprov DKI Jakarta Ubah Desain Flyover Poltangan

Warga Minta Pemprov DKI Jakarta Ubah Desain Flyover Poltangan

,KOMPAS.com - Warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Pejaten Timur dan Tanjung Barat Menuntut Hak...

terkait

Ada WNI di China Diduga Terinfeksi Virus Corona Namun Takut ke Dokter

Ada WNI di China Diduga Terinfeksi Virus Corona Namun Takut ke Dokter

Sejumlah wisatawan asal Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam, Selasa (28/1). Meningkatnya warga negara china yang terdeteksi virus corona di Singapura membuat pengawasan terhadap lalulintas warga negara asing maupun WNI diperketat untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. (TRIBUN BATAM/Argianto Dihan Aji Nugroho) 

terkait

3 Petinggi Sunda Empire Ditetapkan Tersangka karena Sebarkan Berita Bohong, Barang Bukti Diamankan

3 Petinggi Sunda Empire Ditetapkan Tersangka karena Sebarkan Berita Bohong, Barang Bukti Diamankan

Nasri Banks, Grand Prime Minister Sunda Empire dan Raden Ratnaningrum jadi tersangka. 

terkait