Diduga Ada King Maker di Kasus Djoko Tjandra, KPK Usut Keterlibatan Politisi Lain

Diduga Ada King Maker di Kasus Djoko Tjandra, KPK Usut Keterlibatan Politisi Lain

Terbaiknews - Wakil Ketua KPKNurul Ghufron (tengah) didampingi Deputi Penindakan KPKKaryoto (kanan) dan Jampidsus KejagungAli Mukartono (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melaksanakan gelar perkara atau ekspose kasus Djoko Tjandra di Gedung KPKJakarta SelatanJumat (11/9/2020). Gelar pekara ini merupakan bagian koordinasi dan supervisi rencana pengambilalihan penanganan kasus suap Djoko Tjandra oleh KPK karena telah menyeret sejumlah petinggi instansi penegak hukum. Tribunnews/Irwan Rismawan 

, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memastikan akan memonitor perkara Djoko Tjandra maupun pengembangannya yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan eks politikus Partai NasDem, Andi Irfan Jaya.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, pihaknya akan memantau kasus tersebut
sampai tuntas sebagaimana kewenangan supervisi.

Namun bila ada temuan dugaan keterlibatan politisi lain seperti kabar belakangan beredar, KPK, kata
Nawawi bisa saja langsung mengusutnya.

“Jika ada nama-nama lain yang didukung oleh bukti-bukti yang ada, memiliki keterlibatan dengan
perkara-perkara dimaksud, baik perkara Djoko Tjandra maupun perkara PSM, tapi tidak ditindaklanjuti
(Kejagung atau Polri) maka KPK berdasarkan pasal 10A ayat (2) huruf (a) dapat langsung menangani
sendiri pihak-pihak yang disebut terlibat, terpisah dari perkara yang sebelumnya disupervisi,” kata
Nawawi kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Yang jelas, ditekankan Nawawi, pihaknya akan langsung mendalami bukti-bukti yang diberikan
masyarakat terkait kasus Djoko Tjandra dan kasus pengembangannya, terutama dugaan keterlibatan
politisi lainnya.

“Jadi kami akan lihat dan telaah data-data yang diberikan langsung oleh masyarakat ke KPK,” kata
Nawawi.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan, institusinya sangat terbuka informasi dari masyrakat.
Ghufron juga memastikan, KPK saat ini akan memonitor penanganan kasus Djoko Tjanra hingga tuntas.
Dia juga memastikan tidak adanya tebang pilih.

“Bisa juga membantu mengarahkan sesuai temuan-temuan yang obyektif,” katanya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, KPK, Polri, dan
Kejaksaan harus mengungkap tuntas dugaan keterlibatan politisi lain, setelah eks politikus Partai
NasDem Andi Irfan Jaya ditetapkan tersangka dalam kasus Djoko Tjandra.

Sebab, posisi Jaya sebagai politisi baru di Jakarta, disanksikan untuk bisa berhubungan langsung
dengan Djoko Tjandra.

COVID-19 Detais Indonesia