BPCB Tindak Lanjuti Ekskavasi Temuan Situs Kolokendang Magelang

BPCB Tindak Lanjuti Ekskavasi Temuan Situs Kolokendang Magelang

Terbaiknews - Sejumlah pekerja menggali di kawasan temuan situs di Dusun KolokendangDesa NgawenKecamatan MuntilanKabupaten MagelangJatengSabtu (6/2). (Heru Suyitno/Antara)

–Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah menindaklanjuti ekskavasi temuan situs di Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang. Melalui ekskavasi itu diharapkan dapat menentukan langkah-langkah pelestarian selanjutnya. Sebab, situs itu berada di tanah milik perorangan.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jateng Junawan seperti dilansir dari Antara di Magelang mengatakan, meskipun temuan lama, pihaknya berusaha untuk menindaklanjuti guna mengetahui data yang lebih dalam lagi tentang situs tersebut.

”Kami lakukan penggalian hari pertama, tetapi kegiatan sudah mulai dari kemarin dengan membuat pemetaan,” kata Junawan pada Sabtu (6/2).

Dia menyebutkan, pada penggalian hari pertama (6/2) sudah ditemukan batu-batu komponen dari candi walaupun sifatnya bukan struktur insitu, jadi masih batu-batu komponen candi namun bukan pasangannya.

Yang sudah digali saat ini ada enam kotak. Untuk dugaan situs itu berbentuk bangunan apa, masih belum ada. Tim masih mencari data lebih dalam lagi.

”Memang ada temuan struktur yang kelihatannya insitu tapi batu gundul. Semoga bisa menjadi petunjuk apakah itu bagian dari lokasi candi atau bukan. Mudah-mudahan bisa diketahui melalui data-data selanjutnya,” tutur Junawan.

Menurut dia, temuan batuan situs itu sudah dilaporkan di BPCB pada 2018. Penanganannya sudah tepat karena berjenjang ditangani Dinas Kebudayaan kemudian melaporkan ke BPCB.

”Ekskavasi ini mungkin sampai Rabu (10/2) atau Kamis (11/2). Untuk kelanjutannya, kami lihat hasil ekskavasi ini apakah perlu tahap kedua atau tidak. Kalau nanti ekskavasi pengamatan datanya sudah cukup, dalam arti bisa diketahui denahnya, bentuknya kemudian dilakukan studi kelayakan untuk mengetahui sejauh mana komponen itu bisa dipugar. Untuk ekskavasi kali ini nanti tanah akan kami kembalikan seperti semula, temuan-temuan saat ini sudah kami rekam melalui video dan foto,” terang Junawan.

Salah satu pemilik tanah tempat penemuan batuan situs tersebut Menik menyampaikan, batuan situs ditemukan waktu itu saatbapaknya almarhum Karanto hendak membuat lubang tempat sampah pada tahun 2000-an. Kemudian cangkul terantuk batu dan setelah digali lagi ternyata ditemukan batu-batu.

Saksikan video menarik berikut ini: