Banyak Salah Kaprah, Ini Warna Sebenarnya dan Fungsi Black Box

Banyak Salah Kaprah, Ini Warna Sebenarnya dan Fungsi Black Box

Terbaiknews - Penempatan kotak hitam ini dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan. Umumnya terdapat dua unit kotak hitam yang diletakkan pada bagian depan pesawat. (Istimewa)

–Seperti diberitakan sebelumnya, kotak hitam atau black box milik pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu telah ditemukan. Black box berisi data penerbangan yang bisa digunakan untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Boeing 737-500 tersebut.

Namun banyak yang belum faham, apa fungsi dan warna sebenarnya yang biasa disebut black box? Kotak hitam atau black box adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi.

Umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.

Fungsi dari kotak hitam sendiri adalah merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC). Selain itu juga untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.

Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam melainkan berwarna jingga (oranye). Pemberian nama kotak hitam hanyalah sebuah istilah. Pemberian warna terang dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan.

Banyak Salah Kaprah, Ini Warna Sebenarnya dan Fungsi Black Box
Kotak hitam atau yang biasa dikenal dengan black bok yang ada dalam pesawat. (Istimewa)

Penempatan kotak hitam ini dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan. Umumnya terdapat dua unit kotak hitam yang diletakkan pada bagian depan pesawat dan bagian ekor pesawat, yang diyakini merupakan bagian yang utuh ditemukan.

Alat perekam dalam penerbangan ini, Flight Data Recorder (FDR) atau Cockpit Data Recorder (CDR), umumnya menggunakan pita perekam selayaknya kaset pada tape recorder. Namun perkembangan baru, kini telah digunakan FDR atapun CDR yang merekam menggunakan chip memory khusus.

Namun dalam perkembangannya, saat terjadi insiden 11 September 2011 yang dikenal dengan 9-11, muncul usulan dari pihak keselamatan penerbangan agar kokpit persawat dilengkapi dengan Video Data Recorder yang merekam aktivitas dan situasi pilot saat penerbangan termasuk menit-menit terakhir dalam kecelakaan untuk melihat situasi sebenarnya.

COVID-19 Detais Indonesia