Ajukan Audiensi ke Kemendikbud, BEM SI Jamin Gak Ada Aksi

Ajukan Audiensi ke Kemendikbud, BEM SI Jamin Gak Ada Aksi

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyampaikan surat...

Jakarta, IDN Times - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyampaikan surat permohonan melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim. Dalam suratnya,BEM SI meminta Audiensi dilakukan pada Senin (21/9/2020).

Dihubungi melalui sambungan telepon, Koordinator Pusat BEM SI 2020, Remy Hastian memastikan tidak akan ada aksi massa yang dilakukan oleh Mahasiswa.

"Awalnya kita pengen aksi massa mengundang teman-teman mahasiswa yang di luar Jabodetabek untuk turut hadir. Tapi keadaan ini (pandemik COVID-19) kita menghormati peraturan dari Gubernur kita di Jakarta dan juga mungkin di sekitaran penyangga ibu kota di Jabodetabek yang menyetujui perihal PSBB ini," sebut Remy kepada IDN Times saat dihubungi pada Senin (21/9/2020).

1. BEM SI tidak anjurkan ada aksi mahasiswa di kantor Kemendikbud

Ajukan Audiensi ke Kemendikbud, BEM SI Jamin Gak Ada AksiGedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Senayan, Jakarta Selatan (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Remy menekankan,BEM SI memilih untuk menghormati kebijakan PSBB dari Gubernur DKI Jakarta dan juga wilayah Jabodetabek di masa pandemik COVID-19. Oleh sebab itu, tidak akan ada aksi massa yang dilakukan mahasiswa.

"Dari kami tidak menganjurkan juga mahasiswa untuk hadir banyak-banyak karena memang keadaannya masih belum kondusif tentang itu," kata Remy.

Dia menekankan, hanya akan ada kurang dari 5 orang dari BEM SI yang menyambangi kantor Kemendikbud untuk melakukan audiensi.

2. Surat sudah disampaikan, BEM SI: Kemendikbud belum ada feedback

Ajukan Audiensi ke Kemendikbud, BEM SI Jamin Gak Ada AksiMenteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR (Website/dpr.go.id)

Menurut Remy, surat permohonan audiensi sudah disampaikan oleh BEM SI kepada Kemendikbud pekan lalu. Pihak BEM SI menurut Remy juga sudah mendapat tanda terima dari pihak administrasi Kemendikbud.

"Cuman gak tahu di-follow up atau gak ke tingkat Menteri atau Sekjen yang sebenarnya surat itu kita ajukan ke mereka," kata Remy.

"Untuk dari pihak Kemendikbud juga belum ada feedback," ujar Remy lagi.

Namun, menurut dia, mengingat koordinator isu terkait dari BEM SI berasal dari wilayah luar Jakarta, maka pihak BEM SI akan tetap mendatangi Kemendikbud untuk meminta audiensi.

3. Sempat audiensi secara daring, BEM SI tidak puas

Ajukan Audiensi ke Kemendikbud, BEM SI Jamin Gak Ada AksiGedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Senayan, Jakarta Selatan (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Remy mengakui pihak Kemendikbud sudah sempat melakukan audiensi secara daring dengan BEM SI terkait dengan tuntutan mahasiswa pada Hari Pendidikan Nasional di bulan Mei lalu. Sayangnya, hasil audiensi, menurut Remy,masih jauh dari harapan mahasiswa.

"Tetapi yang kita sesali adalah poin-poin yang disampaikan oleh Kemendikbud itu tidak merealisasikan tuntutan yang kita sampaikan," kata Remy.

"Jadi itu yang kita rasakan mengenai audiensi secara daring itu lebih ke arah formalitas belaka, lebih ke arah sosialisasi program kerja dari Kemendikbud, bukan untuk menyelesaikan tuntutan yang sudah kita ajukan," tambah dia.

Dalam surat tersebut BEM SI mengajak Mendikbud untuk membicarakan polemik pendidikan di Tanah Air. Ada pun topik yang ingin dibahas BEM SI meliputi biaya kuliah, Klaster pendidikan dalam OmnibusLaw cipta kerja, darurat demokrasi kampus, internet dan kuota secara merata dan menyeluruh, kesejahteraan guru honorer, Program Organisasi Penggerak, dan juga Undang-undang SISDIKNAS.