19 Tahun Tanah Bu Dokter Dikuasai 45 Warga, Tuntut Ganti Rugi Rp10,5M

19 Tahun Tanah Bu Dokter Dikuasai 45 Warga, Tuntut Ganti Rugi Rp10,5M

Terbaiknews - ilustrasi: Sengketa tanah (Istimewa)

JawaPos.com – Dokter Wedya Julianti, warga Kecamatan Klojen, Kota Malang, murka. Musababnya, tanah miliknya seluas 4.731 meter persegi itu, tanpa seizinnya dikuasai 45 warga dalam kurun waktu 19 tahun lamanya. Atas hal itu, dia pun meminta warga mengosongkan rumah di atas lahannya sekaligus menutut ganti rugi Rp 10,5 miliar.

Gugatan lahan di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, tersebut, terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang.

Kuasa hukum penggugat Sumardhan mengatakan, kliennya melayangkan gugatan itu karena sekitar 45 warga menguasai lahan miliknya tanpa dasar hukum.

”Karena sertifikat lahan itu hak milik klien kami (dokter Wedya Julianti),” terangnya Kamis (4/2) dikutip dari Radar Malang. Bu dokter Wedya menginginkan warga mengosongkan objek sengketa itu. ”Klien kami minta ganti rugi sebesar Rp 10,5 miliar,” terangnya.

Sebelum melayangkan gugatan ke pengadilan, Sumardhan mengatakan, pihaknya sudah melakukan somasi, tapi tergugat justru menawarkan untuk mengganti lahan yang mereka tempati dengan harga Rp 750 ribu per meter persegi. ”Tapi itu masih tawaran sepihak. Belum ada kesepakatan antara klien kami dengan para tergugat untuk hal itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kuasa hukum 45 warga sebagai tergugat, Suliono, menilai bahwa gugatan itu kemungkinan hanya karena miskomunikasi antara 45 kliennya dengan dokter Wedya.

Sebab, pada 2019 sudah ada kesepakatan bahwa para warga membeli tanah tersebut. ”Dan sudah ada harga kesepakatan, yakni Rp 750 ribu per meter persegi,” ungkapnya.

Bahkan, dia mengatakan, 7 orang dari 45 warga itu sudah memberikan uang muka. Total keseluruhan Rp 84 juta. ”Namun, beberapa bulan kemudian uang itu dikembalikan dan tidak ada tindak lanjutnya, baru sekarang ada gugatan ini,” terangnya.

Salah satu warga, Subagiyo, menambahkan bahwa dia bersama warga lain sudah tinggal di objek tersebut sekitar 19 tahun. ”Karena dulu kami tidak tahu dan mengira lahan itu tanah bengkok desa,” katanya.

Penipuan Sertifikat Tanah, Polisi Sita Jeep Wrangler hingga Fortuner

Namun, setelah ada pemberitahuan kepemilikan tanah tersebut, dia dan warga lainnya sudah ada iktikad baik untuk membeli lahan sesuai luasan yang ditinggali. ”Karena masing-masing orang luasannya tidak sama, makanya dari kami sudah ada yang memberikan uang DP,” ungkapnya.

Dia berharap, surat kesepakatan yang ditandatangani para tergugat itu nantinya diterima oleh penggugat. Sebab, menurut dia, dari 45 orang atau yang terkumpul dalam dua RT ini mayoritas penghasilannya dari buruh tani.

Saksikan video menarik berikut ini: