Tolak Kunjungan PM Jepang, Korut Hina Abe “Idiot”

Tolak Kunjungan PM Jepang, Korut Hina Abe “Idiot”

Terbaiknews - SeoulBeritasatu.com- Korea Utara (Korut) menghina Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dengan...

Seoul, Beritasatu.com- Korea Utara (Korut) menghina Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dengan sebutan “idiot dan penjahat”. Korut juga menyebut Abe jangan pernah bermimpi menginjakkan kakinya di Pyongyang.

Pesan makian itu disampaikan lewat komentar media setempat untuk menanggapi kritikan Abe atas uji senjata Korut.

Korut melakukan uji coba atas apa yang disebutnya sebagai “peluncur roket multipel super besar” pada 31 Oktober 2019, tapi Jepang menyebutnya sebagai rudal-rudal balistik yang melanggar sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Loading...

Abe mengecam uji coba itu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pekan ini di Bangkok, Thailand, sambil menyebut ingin bertemu dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un, tanpa syarat, untuk menyelesaikan isu warga negara Jepang yang diculik oleh negara terisolasi itu.

“Abe adalah seorang idiot dan penjahat karena dia membuat keributan seolah-olah bom nuklir dijatuhkan di tanah Jepang, memancing masalah dengan uji coba DPRK atas peluncur roket multipel super besar,” kata Duta Besar Korut untuk Jepang, Song Il Ho, lewat kantor berita Korut, KCNA, Kamis (6/11).

DPRK adalah nama resmi Korut, singkatan dari Democratic People’s Republic of Korea (Republik Demokratik Rakyat Korea).

“Abe disarankan untuk tidak bermimpi selamanya melintasi perbatasan Pyongyang saat dia menuding pelanggaran atas upaya pertahanan DPRK,” tambah Song.

Komentar itu menandakan kemunduran untuk harapan Abe dalam penyelesaian masalah penculikan warga Jepang. Abe menjanjikan untuk membawa mereka semua kembali, serta berniat bertemu Kim tanpa syarat.


Sumber: Suara Pembaruan
Source : https://www.beritasatu.com/asia/584317/tolak-kunjungan-pm-jepang-korut-hina-abe-idiot
Loading...

Berita terkini

Tantang Beberkan Bukti, Mahfud Akui Belum Terima Foto Surat Cekal Rizieq

Tantang Beberkan Bukti, Mahfud Akui Belum Terima Foto Surat Cekal Rizieq

Belum (terima foto surat cekal Rizieq), ujar Mahfud

terkait

DPR AS Desak Trump Batalkan Undangan pada Erdogan

DPR AS Desak Trump Batalkan Undangan pada Erdogan

WASHINGTON - Komite Urusan Luar Negeri DPR Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menulis surat...

terkait

Hadirkan Ruang Terbuka Hijau untuk Olah Raga dan Kegiatan Komunitas

Hadirkan Ruang Terbuka Hijau untuk Olah Raga dan Kegiatan Komunitas

Jababeka Eco Park merupakan ruang terbuka sebagai tempat olahraga dan segala kegiatan positif komunitas 

terkait

Bicara Kualitas SDM, Luhut Ingatkan soal Sampah

Bicara Kualitas SDM, Luhut Ingatkan soal Sampah

Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Negara, Selasa (22/10). (Raka Denny/Jawa Pos)

terkait

KPK fasilitasi Provinsi Papua rekonsiliasi aset P3D Rp1,3 triliun

KPK fasilitasi Provinsi Papua rekonsiliasi aset P3D Rp1,3 triliun

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi seluruh pemerintah...

terkait

Daijosai Upacara Ritual Terakhir Kaisar Jepang Baru, Biaya 2,7 Miliar Yen

Daijosai Upacara Ritual Terakhir Kaisar Jepang Baru, Biaya 2,7 Miliar Yen

Upacara ritual agama Daijosai masa Kaisar Akihito diangkat sebagai Kaisar Baru 

terkait

Wujudkan Janji Jokowi, Badan Regulasi Nasional Segera Dibentuk

Wujudkan Janji Jokowi, Badan Regulasi Nasional Segera Dibentuk

JAKARTA - Janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 lalu...

terkait

'Shameful' for UK not to publish Russia meddling probe: Clinton

'Shameful' for UK not to publish Russia meddling probe: Clinton

Hillary Rodham Clinton (L) discusses The Book of Gutsy Women with British historian Mary Beard (R) at Southbank Centre's Royal Festival Hall in London on November 10, 2019. At the event they celebrate the women who have inspired them throughout their lives, with the launch of their awaited book The Book of Gutsy Women: Favourite Stories of Courage and Resilience. (AFP/Isabel Infantes )

terkait