Tak Punya Pilihan, Trio Eropa Cetuskan Mekanisme Sengketa dalam Kesepakatan Nuklir Iran

Tak Punya Pilihan, Trio Eropa Cetuskan Mekanisme Sengketa dalam Kesepakatan Nuklir Iran

Terbaiknews - Para Pemimpin Eropa secara formal telah mencetuskan mekanisme penyelesaian sengketa yang ada dalam...

Para Pemimpin Eropa secara formal telah mencetuskan mekanisme penyelesaian sengketa yang ada dalam kesepakatan nuklir Iran pada Selasa (14/01). Iran disebut gagal mematuhi batas-batas yang telah ditetapkan di bawah perjanjian internasional tahun 2015.

Jerman, Prancis, dan Inggris melalui pernyataan bersama mengumumkan langkah tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka "tidak punya pilihan" selain mencetuskan mekanisme sengketa dan "menyatakan keprihatinan bahwa Iran tidak memenuhi komitmennya".

Meski demikian, tiga negara kekuatan Eropa itu menggarisbawahi bahwa keputusan itu bukan berarti mereka bergabung dalam kampanye "tekanan maksimum" Presiden AS Donald Trump terhadap Iran - dan meninggalkan pintu diplomasi tetap terbuka.

"Melalui peristiwa yang terjadi baru-baru ini, lebih baik kita tidak menambahkan krisis proliferasi nuklir terhadap eskalasi yang saat ini mengancam seluruh wilayah," ujar mereka.

Rusia: "Tidak ada alasan cetuskan sengketa"

Rusia yang ikut dalam penandatangan kesepakatan nuklir Iran, mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada alasan untuk mencetuskan mekanisme sengketa. Rusia menyebut bahwa sengketa tersebut berisiko memicu "eskalasi baru".

"Kami tidak dapat memungkiri bahwa keputusan tergesa-gesa, yang dibuat oleh 'Eropa 3' [Jerman, Prancis, dan Inggris], akan memulai eskalasi baru dalam perjanjian dan akan membuat kembalinya kesepakatan nuklir dalam kerangka kerja aslinya menjadi mustahil", kata Kementerian Luar Negeri Rusia melalui sebuah pernyataan.

Sebelumnya pada 6 Januari, Iran mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mematuhi batas-batas dalam hal pengayaan uranium yang telah ditetapkan di bawah kesepakatan nuklir tersebut. Langkah itu dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) membunuh Jenderal tertinggi Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara di Baghdad. Meski demikian, Iran mengatakan akan terus bekerja sama dengan Badan Pengawas Nuklir PBB.

Iran ingatkan konsekuensi

Tak lama setelah pengumuman Eropa terkait mekanisme sengketa ini keluar, Kementerian Luar Negeri Iran memberikan tanggapannya pada Selasa (14/01). Mereka mengatakan bahwa Iran bersedia mendukung "upaya konstruktif" apapun untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran.

"Republik Islam Iran, seperti di masa yang lalu, telah memiliki kesiapan penuh untuk mendukung setiap (tindakan) niat baik dan upaya konstruktif untuk menyelamatkan perjanjian internasional yang penting ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi dalam sebuah pernyataan di situs web kementerian tersebut.

Namun, pernyataan itu juga memperingatkan perihal "konsekuensi" jika negara-negara Eropa tidak mau bekerja sama.

Source : https://www.tribunnews.com/internasional/2020/01/15/tak-punya-pilihan-trio-eropa-cetuskan-mekanisme-sengketa-dalam-kesepakatan-nuklir-iran

Berita terkini

Wabah Virus Corona: Warga Ibaratkan Suasana Wuhan seperti Kiamat, RS Kewalahan Layani Pasien

Wabah Virus Corona: Warga Ibaratkan Suasana Wuhan seperti Kiamat, RS Kewalahan Layani Pasien

Kota Wuhan Diisolasi Pemerintah Tiongkok terkait Penyebaran Virus Corona 

terkait

Total 6 Ribu Pengunjung Padati Wihara Tertua di Jakarta Sejak Malam Imlek

Total 6 Ribu Pengunjung Padati Wihara Tertua di Jakarta Sejak Malam Imlek

Sejumlah warga etnis Tionghoa sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek 2571/2020 di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, Sabtu (25/1/2020). Vihara Dharma Bhakti dipadati umat untuk sembahyang pada saat perayaan Tahun Baru Imlek 2571/2020 dengan harapan pada tahun tikus logam ini dapat membawa berkah, kesehatan serta kehidupan yang lebih baik. Tribunnews/Jeprima 

terkait

Dua Wanita Rohingya Tewas Terkena Artileri Tentara Myanmar

Dua Wanita Rohingya Tewas Terkena Artileri Tentara Myanmar

YANGON - Dua wanita yang salah satunya sedang hamil tewas dan tujuh orang lainnya terluka setelah...

terkait

Malaysia diminta aktif antisipasi perompakan kelompok Abu Sayyaf

Malaysia diminta aktif antisipasi perompakan kelompok Abu Sayyaf

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia meminta Malaysia agar turut aktif mengantisipasi dan...

terkait

Bocah Pringsewu Angkat Jasad Sang Adik dari Dasar Kolam

Bocah Pringsewu Angkat Jasad Sang Adik dari Dasar Kolam

Kolam ikan tempat korban tenggelam, Sabtu (25/1/2020) 

terkait

Mengenal Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah yang Memiliki Rambut 2 Meter

Mengenal Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah yang Memiliki Rambut 2 Meter

Sukiyah di Dusun Karangombo, Desa Polobugo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, setelah rambutnya dipotong. 

terkait

Mahfud Sebut Jurnalis Mongabay Sudah Dibebaskan, Hanya Melanggar Keimigrasian

Mahfud Sebut Jurnalis Mongabay Sudah Dibebaskan, Hanya Melanggar Keimigrasian

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD 

terkait

Pakar Lingkungan: Revitalisasi Monas di Musim Hujan Itu Gak Masuk Akal

Pakar Lingkungan: Revitalisasi Monas di Musim Hujan Itu Gak Masuk Akal

Jakarta, IDN Times – Terkait dengan adanya genangan air di Monas pada Jumat (24/1) pakar...

terkait