Polisi Jadi Korban Penembakan di Louisville

Polisi Jadi Korban Penembakan di Louisville

Terbaiknews - OA_show('Banner - Carpet Banner'); Begin Dable...
Begin Dable in-article Widget / For inquiries, [email protected]
End Dable in-article Widget / For inquiries, [email protected]

DUA polisi kemarin menjadi korban penembakan di Kota Louisville, Amerika Serikat, di tengah berlangsungnya unjuk rasa warga.

Bentrokan muncul setelah pengadilan menyatakan tidak ada polisi yang akan dituntut terkait pembunuhan warga bernamaBreonna Taylor. “Kedua polisi masih dirawat dan kondisi mereka stabil,” ungkap penjabat kepala kepolisian AS, RobertSchroeder.

Presiden Donald Trump, yang tengah berkampanye di Pilpres AS dengan tema penegakan hukum, menyatakan ikut berdoa untuk kesembuhan kedua polisi. “Pemerintah federal selalu mendukung dan siap membantu petugas kepolisian,” tulisnya di Twitter.

Breonna Taylor ditembak mati di rumahnya di Louisville saat terjadi penggerebekan oleh sejumlah polisi beberapa waktu lalu. Kematian perempuan itu telah menjadi simbol bagi pergerakan Black Lives Matter.

Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut sebagai ‘kekerasan oleh polisi yang tidak dapat dibenarkan’. Sidang pengadilan kemarin mendakwa satu dari tiga polisi yang terlibat dengan ‘kelalaian yang membahayakan’ karena telah melakukan tembakan ke arah rumah tetangga Taylor. Namun, semua petugas itu tidak akanmenghadapi dakwaan terkait kematian Taylor.

Berita dakwaan itu menyulut protes di berbagai kota, termasuk di New York, Boston, Washington, dan Los Angeles. Unjuk rasa terbesar terjadi di Louisville, Kentucky.


Sikap para atlet

Sejumlah olahragawan terkenal di Amerika Serikat, yang selama ini mendukung gerakan Black Lives Matter dan menuntut reformasi di tubuh kepolisian AS, menyatakan kecewa terhadapdakwaan yang dijatuhkan kepada penembak Breonna Taylor.

“Saya sangat sedih dan kecewa. Kami ingin keadilan untuk Breonna. Namun, peng adilan rupanya lebih peduli kepada kerusakan di rumah tetangga Breonna daripada nyawa Breonnasendiri,” tulis pemain bola basket, LeBron James.

Hal serupa diutarakan oleh Megan Rapinoe, pemain sepak bola perempuan dan peraih Ballon d’Or 2019. Dia menyebut keputusan pengadilan itu sangat mengguncang hatinya.Sementara itu, pebola basket Los Angeles Lakers, Danny Green menyatakan para pemain NBA akan terus mencari cara untuk menunjang gerakan keadilan rasial dan reformasi kepolisian. (AFP/Van/X-11)

Mulai Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi [email protected] (in-article) Akhiri Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi [email protected] (end in-article)

COVID-19 Detais Indonesia